Hatta
Rajasa, Menko perekonomian, mendesak Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo
untuk menekan maju dengan sebuah proyek untuk membangun massa pertama
yang cepat ibukota transit jalur rel meskipun kekhawatiran tentang
biaya.
Berbicara dalam kampanye lingkungan hidup di Jakarta Pusat, Minggu, Hatta mengatakan MRT itu sangat dibutuhkan untuk merespon kesengsaraan kemacetan lalu lintas kronis Jakarta.
"MRT ini sangat diperlukan, terutama dengan terus bertambahnya jumlah kendaraan baru dan lambatnya pembangunan jalan baru," katanya.
Ia juga menegaskan bahwa ia telah disebut Joko dan Menteri Keuangan Agus Martowardojo untuk bertemu dengan dia pekan ini untuk membahas skema pembayaran untuk proyek Rp 110 triliun ($ 11400000000).
"Keduanya bertemu sebelumnya untuk membahas hal itu, tetapi Joko datang pergi menyatakan bahwa mereka telah menemui jalan buntu. Itu sebabnya dia meminta saya untuk menangani koordinasi dalam hal ini, "kata Hatta.
Pembangunan MRT seharusnya untuk memulai tahun ini, namun Joko telah menundanya di tengah kekhawatiran tentang 58 persen saham kota dari pinjaman dari Japan International Cooperation Agency.
Gubernur menegaskan bahwa pemerintah pusat harus memikul bagian terbesar dari biaya, namun Agus mengatakan pemerintah berkomitmen untuk bertanggung jawab atas hanya 42 persen dari pinjaman dan bahwa angka ini tidak bisa ditawar.
Hatta telah mengambil jalur yang sama seperti Agus, mengatakan pekan lalu bahwa kekhawatiran Joko tentang kemampuan pemerintahannya untuk melunasi utang yang cupet dan tidak butuh waktu lama jangka pertumbuhan ekonomi kota menjadi pertimbangan penuh.
Dia berargumen bahwa pada saat proyek ini diharapkan akan selesai pada tahun 2017, baik negara dan anggaran Jakarta akan jauh lebih besar dari mereka saat ini, yang akan membuat pembayaran utang layak bagi pemerintah kota.
Hatta menegaskan argumennya pada hari Minggu, mengatakan bahwa masalah pembayaran tidak harus memegang proyek kembali.
"Secara umum, proyek ini baik dan siap untuk pergi. Tidak perlu bagi pemerintah untuk mensubsidi lebih jauh, karena itu akan berdampak pada anggaran negara, "katanya.
Berbicara dalam kampanye lingkungan hidup di Jakarta Pusat, Minggu, Hatta mengatakan MRT itu sangat dibutuhkan untuk merespon kesengsaraan kemacetan lalu lintas kronis Jakarta.
"MRT ini sangat diperlukan, terutama dengan terus bertambahnya jumlah kendaraan baru dan lambatnya pembangunan jalan baru," katanya.
Ia juga menegaskan bahwa ia telah disebut Joko dan Menteri Keuangan Agus Martowardojo untuk bertemu dengan dia pekan ini untuk membahas skema pembayaran untuk proyek Rp 110 triliun ($ 11400000000).
"Keduanya bertemu sebelumnya untuk membahas hal itu, tetapi Joko datang pergi menyatakan bahwa mereka telah menemui jalan buntu. Itu sebabnya dia meminta saya untuk menangani koordinasi dalam hal ini, "kata Hatta.
Pembangunan MRT seharusnya untuk memulai tahun ini, namun Joko telah menundanya di tengah kekhawatiran tentang 58 persen saham kota dari pinjaman dari Japan International Cooperation Agency.
Gubernur menegaskan bahwa pemerintah pusat harus memikul bagian terbesar dari biaya, namun Agus mengatakan pemerintah berkomitmen untuk bertanggung jawab atas hanya 42 persen dari pinjaman dan bahwa angka ini tidak bisa ditawar.
Hatta telah mengambil jalur yang sama seperti Agus, mengatakan pekan lalu bahwa kekhawatiran Joko tentang kemampuan pemerintahannya untuk melunasi utang yang cupet dan tidak butuh waktu lama jangka pertumbuhan ekonomi kota menjadi pertimbangan penuh.
Dia berargumen bahwa pada saat proyek ini diharapkan akan selesai pada tahun 2017, baik negara dan anggaran Jakarta akan jauh lebih besar dari mereka saat ini, yang akan membuat pembayaran utang layak bagi pemerintah kota.
Hatta menegaskan argumennya pada hari Minggu, mengatakan bahwa masalah pembayaran tidak harus memegang proyek kembali.
"Secara umum, proyek ini baik dan siap untuk pergi. Tidak perlu bagi pemerintah untuk mensubsidi lebih jauh, karena itu akan berdampak pada anggaran negara, "katanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar